De4y’s Blog











{April 15, 2009}   monopolistik

MONOPOLISTIK
PENGERTIAN
Persaingan monopolistik adalah suatu bentuk organisasi pasar dimana banyak penjual produk heterogen/differenciated product dan dalam jangka panjang keluar masuk industri relatif mudah. Persaingan mononolistik ini umumnya terjadi pada bisnis ritel dan jasa. Pakaian, tekstil katun dan makanan olahan adalah industri-industri yang dekat dengan persaingan monopolistik di level nasional. Pada level lokal contoh yang paling baik dari persaingan monopolistic antara lain adalah outlet fast-food, salon kecantikan, apotik dan video rental yag seringkali lokasi usahanya saling berdekatan satu dengan yag lain. Perusahaan dalam bisnis tersebut dapat memiliki kekuatan monopoli melebihi pesaingnya yang didasarkan pada keunikan produk, lokasi yang lebih baik, layanan yang lebih baik dan perbedaan harga. Tetapi kekuatan pasar mereka relatif terbatas karena tersedianya produk pengganti.
Jika perusahaan menjual produk yang berbeda pada persaingan monopolistik, kita tidak akan dapat memperoleh kurva permintaan dan kurva penawaran dari produk sebagaimana pada persaingan sempurna dan kita tidak akan memiliki keseimbangan tunggal (single equilibrium) dalam harga untuk produk diferensiasi, melainkan harga cluster (cluster of prices).
Pada gambar dapat dilihat bahwa level terbaik output dari tipikal perusahaan persaingan monopolistik pada jangka pndek adalah 6 unit pada titik E dimana marginal revenue/MR = marginal cost/MR . Untuk menjual pada level output terbaik perusahaan menetapkan harga US$ 9 per unit.. Jika jumlah penjualan sama dengan 6 unit , ATC (titik F) = US$ 7 maka akan diperoleh keuntungan AF = US$2 per unit atau AFBC = US$ 12 dari jumlah seluruhnya. Apabila P = ATC maka perusahaan akan break even dan jika P < ATC maka perusahaan akan mengalami rugi.

Pada persaingan monopolistik perusahaan dapat meningkatkan belanja untuk variasi produk dan biaya penjualan/seling expenses dalam rangka meningkatkan permintaan terhadap produk dan membuat harganya menjadi lebih elastis. Variasi produk berkaitan dengan upaya untuk merubah beberapa karakteristik produk sehingga produk menjadi lebih menarik demand konsumen. Biaya penjualan termasuk didalamnya biaya iklan, meningkatkan sales force dan lain lain. Variasi produk dan biaya penjualan dapat meningkatkan penjualan dan laba perusahaan. Perusahaan dapat meningkatkan biaya untuk variasi produk dan biaya penjualan sepanjang MR melebihi MC atau setidaknya MR=MC. Biaya untuk variasi produk dan penjualan dapat meningkatkan profit pada jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang pada persaingan monopolistik akan menjadi break even karena akan ditiru oleh perusahaan lain dan adanya perusahaan baru yang masuk..

PERBEDAAN PASAR MONOPOLISTIK DAN PASAR MONOPOLI
Pasar monopoli pun bisa terjadi secara alamiah, karena penguasaan teknologi atau modal kapital yang besar. Saat sang pemain monopoli ini mulai melakukan tindakan merugikan masyarakat (dan ada hitungannya), di saat ini pula kebijakan persaingan usaha berperan.
Secara singkat ada sedikit perbedaan antara persaingan sempurna dengan monopolistik:
Pasar persaingan sempurna:
• banyak pembeli dan banyak penjual
• produk yang homogen
• informasi produk cukup
• free entry
Pasar persaingan monopolistik:
• banyak pembeli dan banyak penjual
• produk yang terdiferensiasi
• informasi produk cukup
• free entry
Produk yang mirip bisa terdiferensiasi karena geografi (lokasi Alfamart di dekat rumah saya lebih nyaman ditempuh daripada Indomaret lima rumah di sebelahnya). Alfamart itu berada di daerah yang tidak terlalu ramai untuk diseberangi dibanding Indomaret. Produk yang mirip juga bisa terdiferensiasi karena iklan yang terus-menerus. Cairan pencuci rambut (shampoo) merek Sunsilk yang berbotol hijau adalah untuk pengguna jilbab. Apa isinya berbeda dengan yang botol kuning, merah muda ataupun biru? Mungkin hanya wewangian dan pewarna yang berbeda, tetapi semuanya tetap cairan pencuci rambut dari bahan kimia sama.
Persaingan monopolistik merupakan suatu jenis pasar yang digolongkan berdasarkan
• sejumlah besar perusahaan,
• produk-produk yang dibedakan dan tidak dilihat sebagai penganti sempurna oleh konsumen
• beberapa kemampuan penjual untuk menetapkan harga yang mereka inginkan,
• jalan masuk bebas masuk dan keluar dari pasar tersebut,
• kepercayaan yang berat terhadap tindakan-tindakan non harga untuk membedakan produk seseorang.
Bentuk pasar persaingan monopolistik adalah keadaan biasa yang ekstrim. Sebagian besar operasi-operasi eceran berada dalam bentuk pasar ini. Bisnis-bisnis kecil dari seluruh sektor jatuh dalam pasar kategori ini. Memulai suatu bisnis secara relatif adalah mudah, tetapi untuk tetap bertahan dalam bisnis tersebut adalah tidak mudah; hal itu memerlukan kemampuan untuk menyakinkan konsumen bahwa produk tersebut adalah berbeda dan lebih baik daripada yang dimiliki oleh para pesaing.

JUMLAH PERUSAHAAN-PERUSAHAAN PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Sejumlah besar perusahaan dalam persaingan monopolistik menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut adalah kecil dalam perbandingannya terhadap keseluruhan pasar. Meskipun mereka mempunyai beberapa kekuatan atas harga (sebagai perluasan bahwa produk-produk mereka dibedakan), mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk membalas jika perusahaan lain merubah harganya. Ini merupakan perbedaan yang utama antara bentuk pasar ini dan oligopoli.
JALAN MASUK PERSAINGAN MONOPOLISTIK KE DALAM PASAR
Tidak ada hambatan untuk masuk atau keluar yang ada dalam persaingan monopolistik. Bagaimanapun juga, kebutuhan untuk membuat produk seseorang dibedakan mungkin memerlukan tindakan non harga, dimana jika tidak berhasil, maka akan menggerakkan perussahaan itu keluar dari pasar.
PERMINTAAN PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Permintaan dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah condong menurun karena preferensi konsumen terhadap fitur-fitur produk yang dibedakan tersebut. Akan tetapi, karena terdapat beberapa barang pengganti dekat (jika tidak sempurna) yang langsung tersedia, maka permintaannya menjadi sangat elastis. Secara grafik, ini berarti bahwa permintaan dalam pasar persaingan monopolistik lebih datar daripada monopoli.
Permintaan akan suatu restoran tampaknya menjadi sangat elastis karena terdapat beberapa gerai makanan lainnya yang tersedia untuk konsumen. Namun permintaannya tidak elastis sempurna (misalnya horisontal) seperti dalam kasus persaingan sempurna, karena setiap restoran mempunyai sesuatu untuk ditawarkan sedangkan restoran lainnya tidak menawarkannya: sebagai contoh, kenyamanan, lokasi, menu yang banyak, atau sekedar suasananya.
LABA PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Laba dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik ditentukan dalam cara yang sama seperti jenis pasar manapun dengan menemukan kuantitas optimalnya dimana pendapatan marjinal berpotongan dengan biaya marjinal. Sebaliknya, tingkat optimal keluaran ini menentukan harga yang dibebankan (pada kurva permintaan) dan biaya unit rata-rata (pada kurva biaya total rata-rata). Labanya adalah kelebihan bidang pendapatan total terhadap bidang biaya total.
Suatu restoran harus menerima para konsumen selama pendapatan tambahan atau marjinal melebihi biaya tambahan atau marjinal hidangan terakhir yang disajikan. Hal ini kelihatannya jelas dalam proses pesanan yang membatasi jumlah langganan. Tanpa pesanan, maka restoran tersebut akan harus melayani konsumen dalam kondisi yang terlalu padat atau membuat mereka menunggu antrian.
KESEIMBANGAN JANGKA PENDEK
Kurva permintaan adalah menurun sedikit demi sedikit , dan sebagai akibatnya kurva MR tidak berimpit dengan kurva permintaan , keseimbangan yang dicapai suatu perusahaan dalam pasar persaingan monopolistikadalah sama dengan di dalam monopoli. Bedanya didalam monopoli yang dihadapi adalah permintaan dari seluruh pasar , sedangkan dalam persaingan monopolistic, permintaan yang dihadapi perusahaan adalah sebagian dari keseluruhan permintaan .

KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Keseimbangan jangka panjang dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah dimana permintaan bersinggungan dengan kurva biaya total rata-rata. Disana tidak terdapat laba. Jika disana harus terdapat laba (apabila permintaan diatasn kurva biaya total rata-rata), maka perusahaan harus memasuki pasar dan menggerakkan permintaan ke bawah. Dan jika disana harus terdapat rugi (ketika permintaan dibawah biaya total rata-rata), maka perusahaan harus meninggalkan pasar dan mendorong permintaan ke atas. Bagaimanapun juga, perusahaan mungkin mempertahankan sedikit laba dengan menggunakan tindakan non harga.
Seluruh restoran yang berhasil memiliki sejumlah peniru. Beberapa rantai makanan telah mencoba untuk meniru McDonald, dan menyedot beberapa konsumen dan labanya. Tetapi McDonald sudah membalas balik dengan iklan yang ekstensif.
PENGARUH EKONOMI PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Pengaruh ekonomi persaingan monopolistik merupakan keseluruhan kerugian yang tidak diinginkan dari efisiensi alokatif dan produktif: konsumen membayar lebih dan mampu untuk membeli sedikit daripada di persaingan sempurna. Bagaimanapun juga, pengaruhnya tidak seserius monopoli dan produk-produk yang dibedakan menyediakan keragaman yang banyak diminta. Meskipun demikian, beberapa pemborosan ditunjukkan dalam kelebihan kapasitas dan dalam penggunaan persaingan non harga.
Pasar produk-produk generik mendekati persaingan sempurna karena mereka distandarisasikan. Nama produk-produk bermerk dari jenis yang sama (misalnya, kue-kue) berada dalam persaingan sempurna karena mereka bukan barang yang seragam, tapi sedikit berbeda. Konsumen harus membayar harga yang lebih tinggi untuk nama produk bermerk (seperti Nabisco atau Keebler), tetapi mereka tampaknya tidak keberatan terlalu banyak.
TINDAKAN NON HARGA PERSAINGAN MONOPILISTIK
Tindakan non harga dari perusahaan-perusahaan dalam persaingan monopolistik terutama terdiri dari salah satu pengembangan produk, atauperiklanan.
Pengembangan produk kadang-kadang hanya kosmetik untuk memberikan ilusi dari sesuatu yang baru. Bahaya lainnya berasal dari keragaman yang berlebihan yang mungkin membingungkan konsumen.
Produsen-produsen nama bermerk mempunyai keanekaragaman arti untuk membuat produk-produk mereka spesial kepada konsumen. Yang paling penting adalah iklan dimana para produsen barang generik tidak akan gunakan.
Persaingan non harga dapat dibedakan kepada dua jenis :
 diferensiasi produksi, yaitu menciptakan barang sejenis tetapi berbeda coraknya dengan produksi perusahaan-perusahaan lain.
Produk yang dibedakan dijual oleh suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik memiliki beberapa fitur yang membuat seorang konsumen lebih menyukainya dibandingkan produk-produk serupa dari perusahaan-perusahaan lain yang tersedia. Kekuatan dari perusahaan manapun terhadap harga berasal dari hal yang sangat nyata ini bahwa produk-produk tersebut bukan merupakan penganti sempurna. Tindakan-tindakan non harga adalah perlu untuk membuat produk tersebut dibedakan.
 Iklan dan berbagai bentuk promosi penjualan
IKLAN – ARGUMEN YANG MENDUKUNG
Beberapa argumen yang mendukung iklan adalah
• iklan yang informatif,
• iklan yang meningkatkan penjualan dan membolehkan skala ekonomis,
• iklan yang meningkatkan penjualan dan memperbesar perkembangan ekonomi,
• iklan yang mendukung media
• iklan yang meningkatkan persaingan dan menurunkan harga-harga.
Disamping karena biaya produksi yang mungkin akan menjadi lebih rendah , golongan yang menekankan tentang kebaikan iklan mengemukakan kebaikan kebaikan berikut:

1. Pengiklanan membantu konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik di dalam menentukan jenis-jenis barang yang akan dibelinya.
2. Iklan akan menggalakkan kegiatan memperbaiki mutu suatu barang
3. Iklan membantu membiayai perusahaan komunikasi masa seperti radio, televise, surat kabar dan majalah.
4. Iklan menaikan kesempatan kerja

Iklan produk baru adalah penting: pikirkan mengenai suatu peristiwa artistik utama yang menarik pemirsa untuk melihat karena dia belum cukup diberitahukan secara luas. Tetapi, sebagian besar iklan (misalnya di televisi) adalah untuk produk yang telah ada dan berdiri dengan baik seperti minuman ringan atau produk-produk konsumen lainnya; dimana iklan hanya mencoba untuk mempengaruhi konsumen jauh dari pesaing-pesaing.
IKLAN – ARGUMEN YANG MENENTANG
Beberapa argument yang menentang iklan adalah
• iklan yang tidak informatif tetapi kompetitif,
• skala ekonomis adalah menyesatkan,
• iklan yang meninggikan kurva biaya,
• iklan yang digunakan sebagai hambatan jalan masuk, dan
• iklan yang bukan merupakan kegiatan yang produktif.
Selain mendapat sokongan karena menimbulkan beberapa keuntungan bagi perusahaan dan masyarakat, iklan juga menjadi bahan kritik karena memiliki beberapa sifat-sifat yang negative. Dan adpun beberapa kritikan antaranya:

1. secara iklan adalah suatu pemborosan
2. Iklan tidak selalu member informasi yang betul
3. Iklan bukanlah suatu cara yang efektif untuk menambah jumlah pekerjaan dalam perekonoian
4. Iklan dapat menjadi penghambat kepada perusahaan – perusahaan baru untuk masuk kedalam industry



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: